Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh manajemen laba, strategi bisnis, dan enterprise risk management terhadap financial distress. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan Emiten di sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021–2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel dan total observasi sebanyak 222 data, setelah dilakukan eliminasi terhadap 39 data outlier. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Manajemen Laba yang berpengaruh positif terhadap Financial Distress. Sementara itu, Strategi Bisnis dan Enterprise Risk Management berpengaruh negatif terhadap Financial Distress. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur di bidang akuntansi, khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi financial distress, serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan strategis guna meminimalisir risiko terjadinya financial distress di masa mendatang.
Copyrights © 2025