Kebijakan moneter Islam merupakan suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Tujuan kebijakan moneter Islam yaitu menjaga stabilitas dari mata uang (baik secara internal maupun eksternal) sehingga pertumbuhan ekonomi yang merata yang diharapkan dapat tercapai. Stabilitas dalam nilai uang tidak terlepas dari tujuan ketulusan dan keterbukaan dalam berhubungan dengan manusia. Instrumen kebijakan moneter dalam Islam reserve ratio berupa persentase tertentu dari simpanan bank yang harus dipegang oleh bank sentral, moral suasion yaitu bank sentral dapa membujuk bank-bank untuk meningkatkan permintaan kredit sebagai tanggung jawab mereka ketika ekonomi berada dalam keadaan depresi, lending ratio yang berarti qardhul hasan (pinjaman kebaikan), refinance ratio berupa sejumlah proporsi dari pinjaman bebas bunga, profit sharing ratio (ratio bagi keuntungan) harus ditentukan sebelummemulai bisnis, Islamic sukuk, dan government investment certificate berupa penjualan atau pembelian sertifikat bank sentral dalam kerangka komersial.
Copyrights © 2023