Radiografer adalah tenaga kesehatan profesional yang mengoperasikan peralatan medis berbasis radiasi seperti LINAC dan CT Simulator, khususnya di instalasi onkologi radiasi rumah sakit. Proses perekrutan radiografer memerlukan pendekatan sistematis agar sesuai dengan kebutuhan klinis dan operasional. Penelitian ini bertujuan membangun sistem pendukung keputusan (SPK) menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) untuk membantu seleksi tenaga radiografer secara objektif. MAUT digunakan karena mampu menangani banyak kriteria dan menghasilkan perangkingan alternatif berdasarkan nilai utility. Kriteria yang digunakan meliputi pendidikan terakhir, pengalaman kerja, komunikasi dan etika wawancara, penguasaan alat radioterapi, penggunaan software RIS/PACS, serta sertifikasi tambahan. Bobot ditentukan melalui diskusi bersama ahli dari instalasi onkologi dan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandidat A2 dan A3 memiliki nilai utility tertinggi sebesar 0,80, diikuti A1 dengan 0,70, sehingga direkomendasikan sebagai 3 kandidat radiografer di Instalasi Onkologi Radiasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwbowo Balikpapan. Sistem ini terbukti dapat meningkatkan keakuratan seleksi, mengurangi subjektivitas, dan mempercepat proses rekrutmen. SPK ini berpotensi diterapkan lebih luas dan dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis web ataupun mobile dengan penambahan variabel seperti uji praktik atau psikotes.
Copyrights © 2025