Jurnal Bengawan Solo: Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta
Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Bengawan Solo

Optimalisasi Bengawan Solo sebagai Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah di Kota Surakarta: Strategi Integratif dalam Pengelolaan Sumber Daya dan Pemberdayaan Masyarakat

Ahmad Fajar Prasetyo (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2025

Abstract

Abstract Bengawan Solo is the longest river in Java Island which has a vital role in the history, culture, and socio-economic life of the people of Surakarta and its surroundings. However, in recent decades, the area along Bengawan Solo has faced serious challenges such as environmental degradation, water pollution, and uncontrolled land conversion. This study aims to examine the potential of Bengawan Solo as a center for regional research and development through an integrative approach involving ecological, social, and technological aspects. The methodology used is literature study, spatial analysis, and interviews with local stakeholders. The results of the study indicate that strengthening the function of Bengawan Solo as a center for research can encourage the formation of synergy between the government, academics, the community, and the private sector in sustainable river basin management. In addition, the use of information technology and spatial databases is very much needed to support research activities and policy making. The main recommendations of this study are the establishment of a management body based on multi-party collaboration, the development of an environmental education center, and a community empowerment program based on local potential. These efforts are expected to be able to transform Bengawan Solo from a vulnerable area into a center of excellence in regional research and development, as well as a model for integrated river management in Indonesia Abstrak. Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa yang memiliki peran vital dalam sejarah, budaya, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kawasan sepanjang Bengawan Solo menghadapi tantangan serius seperti degradasi lingkungan, pencemaran air, dan alih fungsi lahan yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Bengawan Solo sebagai pusat kajian dan pengembangan daerah melalui pendekatan integratif yang melibatkan aspek ekologi, sosial, dan teknologi. Metodologi yang digunakan berupa studi literatur, analisis spasial, serta wawancara dengan pemangku kepentingan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan fungsi Bengawan Solo sebagai pusat kajian dapat mendorong terbentuknya sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta dalam pengelolaan wilayah sungai yang berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan basis data spasial sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengambilan kebijakan. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah pembentukan badan pengelola berbasis kolaborasi multi-pihak, pengembangan pusat edukasi lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Upaya ini diharapkan mampu mentransformasikan Bengawan Solo dari kawasan yang rentan menjadi pusat unggulan dalam riset dan pengembangan daerah, serta menjadi model pengelolaan sungai terpadu di Indonesia.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jbs

Publisher

Subject

Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Social Sciences

Description

Kebijakan dan Regulasi Daerah, Akuntabilitas dan Transparansi, Manajemen Sumber Daya Daerah, Partisipasi Publik dalam Pengambilan Keputusan, Inovasi dan Reformasi Birokrasi Daerah, Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah, Tata Kelola Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Tantangan dan Peluang dalam ...