Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi alokasi anggaran penanganan COVID-19 di unit-unit kerja Badan Geologi bervariasi, dengan unit BKAT dan PSG mencapai tingkat efisiensi optimal, sementara sebagian besar unit lain mengalami ketidakefisienan. Ketidakefisienan ini berpotensi menghambat efektivitas penanganan pandemi dan meningkatkan risiko kesehatan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi alokasi anggaran menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan analisis input berupa anggaran dan jumlah pegawai, serta output berupa persentase pegawai bebas COVID-19. Rekomendasi diberikan untuk revisi prosedur alokasi anggaran dan peningkatan kapasitas pengelolaan serta pengawasan internal di Badan Geologi. Studi ini menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien dalam mendukung kebijakan penanganan COVID-19 dan menyediakan dasar bagi penelitian lanjutan dengan cakupan data yang lebih luas.
Copyrights © 2025