Proses pendistribusian energi listrik dituntut menjaga kualitas daya supaya mendapatkan stablitas tenaga listrik tetap handal. Pada tahun 2015-2019, di pulau Madura hanya terdapat lima gardu induk. Seiring dengan pertambahan kebutuhan tenaga listrik di beberapa wilayah pulau Madura, untuk memperbaiki mutu dan keandalan penyaluran tenaga listrik ke konsumen, diadakan proyek penambahan Gardu Induk Guluk. Penambahan gardu induk tersebut akan berpengaruh terhadap aliran daya dan tegangan pada sistem tenaga listrik. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji keandalan dengan cara melakukan analisis kontingensi dengan metode menggunakan metode Indeks Performa Tegangan (IPT) yang mengurutkan dampak kontingensi terparah dan langkah perbaikannya. Langkah yang dilakukan ketika terjadi undervoltage yaitu dilakukan penempatan kapasitor. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa dampak terparah atau rangking tertinggi performa indeks tegangan terjadi pada skenario Bangkalan A-Sampang A dimana nilai tegangan bus Guluk sebesar 134,2 kV dan nilai tegangan bus Sumenep sebesar 134,5 kV. Dari hasil tersebut, perlu dilakukan penempatan kapasitor pada bus sumenep sebesar 8,046 MVAR. Hasil penempatan kapasitor dapat memperbaiki tegangan pada bus sumenep sebesar 140,8 kV ketika kondisi normal dan 135,5 kV ketika kondisi skenario 4.
Copyrights © 2024