Peningkatan jumlah industri di Indonesia berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan akibat pencemaran air dan tanah oleh limbah organik maupun anorganik. Industri elektroplating merupakan salah satu sumber utama limbah berbahaya, khususnya yang mengandung ion logam berat kromium heksavalen (Cr(VI)) seperti kromat, dikromat, dan bikromat, yang tergolong limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Salah satu metode yang dinilai efektif dan ekonomis untuk mengatasi pencemaran ini adalah proses adsorpsi menggunakan karbon aktif. Dalam penelitian ini, digunakan karbon aktif berbahan dasar tempurung kelapa untuk mengadsorpsi ion Cr(VI) dari limbah elektroplating. Efektivitas adsorpsi dikaji melalui pendekatan model isoterm Langmuir, Freundlich, dan Temkin, serta analisis kinetika adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan koefisien determinasi (R²) tertinggi sebesar 0,954, yang mengindikasikan terjadinya adsorpsi monolayer pada permukaan adsorben yang homogen. Dengan demikian, karbon aktif dari tempurung kelapa memiliki potensi besar sebagai adsorben alami yang efisien dan ramah lingkungan untuk penanganan limbah logam berat Cr(VI).
Copyrights © 2023