Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana produsen rokok mengelola komposisi modal operasional dan penyelesaian liabilitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode komparatif kontekstual, studi ini menganalisis data tiga perusahaan rokok yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2021–2023. Teknik analisis deskriptif dan komparatif digunakan untuk mengevaluasi alokasi modal, strategi utang, serta pola risiko dan likuiditas. Hasil analisis menunjukkan bahwa GGRM dan HMSP mengalami fluktuasi laba dan penurunan modal kerja akibat pandemi dan kenaikan cukai, sedangkan WIIM menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Perbedaan strategi terlihat pula dalam pengelolaan kewajiban jangka pendek, dengan WIIM tampil lebih efisien dibandingkan dua perusahaan lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan mampu mengelola modal kerja dan kewajiban secara efektif, yang berdampak pada efisiensi operasional dan keberlanjutan finansial.
Copyrights © 2025