UMBARA Indonesian Journal of Anthropology
Vol 10, No 1 (2025)

Preferensi Visual Gen Z Terhadap Busana Perkawinan Adat Aceh

Suid, Nurul Aini (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2025

Abstract

AbstrakKeberlanjutan busana pengantin adat Aceh kini tengah menghadapi tantangan besar, terutama fenomena preferensi visual Gen Z yang tidak hanya dipengaruhi oleh tren global tetapi juga dinamika sosial, budaya, dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Gen Z menegosiasikan budaya luhur dalam busana pengantin adat Aceh melalui pilihan estetika yang dipersonalisasi dengan menempatkan pilihan secara personal. Menggunakan pendekatan kualitatif, wawancara mendalam dilakukan kepada lima informan perempuan Gen Z. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2024-Februari 2025. Preferensi utama Gen Z dilihat dari tiga aspek: pertama, pemilihan warna cenderung memilih warna yang sedang tren. Kedua, penggunaan aksesoris megah seperti gunting yang merupakan kreasi masing-masing MUA (Makeup Artist). Ketiga, preferensi busana dengan potongan ramping untuk menonjolkan lekuk tubuh. Temuan ini menunjukkan bahwa preferensi Gen Z tidak terjadi secara instan, ada ruang untuk fleksibilitas dalam tradisi, yang dimungkinkan oleh peran pembuat kebijakan, sehingga budaya luhur dianggap sebagai sesuatu yang dinamis dan adaptif oleh Gen Z. Globalisasi dan dinamika lokal saling memengaruhi, menciptakan fenomena perubahan yang berkelanjutan. Akibatnya, Aceh tidak memiliki template gaun pengantin yang tetap, tetapi secara dinamis mengikuti tren yang diciptakan pasar.Kata Kunci: Busana, Kebiasaan, Gen Z, Preferensi, VisualAbstrakKeberlanjutan pakaian pengantin Aceh kini menghadapi tantangan besar, fenomena terutama preferensi visual Gen Z yang tidak hanya dipengaruhi oleh tren global tetapi juga dinamika sosial, budaya dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Gen Z menegosiasikan budaya luhur dalam busana perkawinan adat Aceh melalui pilihan estetika yang bersifat personal dengan menempatkan pilihan secara pribadi. Dengan pendekatan kualitatif, wawancara mendalam dilakukan pada lima informan perempuan Gen Z. Pengumpulan data dilakukan pada Juli 2024- Februari 2025. Preferensi utama Gen Z dilihat dari tiga aspek: pertama, pemilihan warna cenderung memilih warna yang sedang tren. Kedua, penggunaan aksesoris megah seperti sunting yang merupakan kreasi dari setiap MUA (Makeup Artist). Ketiga, preferensi baju dengan potongan ramping untuk menonjolkan lekuk tubuh. Temuan ini menunjukkan bahwa preferensi Gen Z tidak terjadi secara instan, adanya ruang keabadian dalam tradisi, yang dimungkinkan oleh peran pemangku kebijakan, sehingga budaya luhur dianggap sebagai sesuatu yang dinamis dan adaptif oleh Gen Z. Globalisasi dan dinamika lokal saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain, menciptakan fenomena perubahan yang berlangsung secara kontinu. Akibatnya, Aceh tidak mempunyai template baju adat pengantin yang tetap, tetapi dinamis mengikuti tren yang diciptakan oleh pasar.Kata Kunci: Pakaian, Adat, Gen Z, Preferensi, Visual

Copyrights © 2025