Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak variabel ekonomi makro terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia untuk jangka waktu yang berlangsung dari 2019 hingga 2023. Variabel independen yang diteliti meliputi inflasi, nilai tukar rupiah Indonesia relatif terhadap dolar AS, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), bersama dengan dua indeks internasional, yaitu Dow Jones Industrial Average dan Nikkei 225. Data sekunder yang digunakan dalam analisis ini bersumber dari entitas resmi termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Bloomberg. Metodologi analitik yang digunakan adalah regresi linier berganda menggunakan teknik Ordinary Least Squares (OLS), yang awalnya didahului dengan pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Temuan menunjukkan bahwa, secara kolektif, semua variabel independen memberikan pengaruh yang signifikan pada IHSG. Dalam analisis terpilah, inflasi, suku bunga SBI, dan indeks Dow Jones menunjukkan dampak positif yang signifikan, sedangkan nilai tukar menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 mengungkapkan efek positif yang tidak memiliki signifikansi statistik. Hasil ini menawarkan wawasan teoritis dan praktis tentang hubungan antara indikator ekonomi makro dan dinamika pasar modal, selain berfungsi sebagai kerangka strategis bagi investor dan pembuat kebijakan dalam membuat keputusan yang berakar pada kondisi ekonomi.
Copyrights © 2025