Usaha Mikro Kecil Menengah saat ini menjadi penggerak perkembangan ekonomi negara guna mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan devisa negara. UMKM mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat global, salah satunya adalah UMKM kerajinan bambu sangkar burung di Desa Ngampon. Perkembangan usaha ini mengalami fluktuasi sehingga membutuhkan beragam modal agar dapat terus bertahan dan berkembang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan teknik purposive sampling pada pengambilan data dengan kriteria informan berupa pihak-pihak yang berkaitan dengan usaha sangkat burung, seperti pengrajin dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial mampu meningkatkan perkembangan usaha sangkar burung di Desa Ngampon. Modal sosial yang dioptimalkan oleh pelaku usaha adalah modal sosial berupa jaringan, kepercayaan, dan norma. Jaringan sosial membantu pelaku usaha untuk dapat memperluas usaha sehingga lebih dikenal oleh masyarakat lua. Selain itu, jaringan ini juga membantu pelaku usaha membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan, mulai dari penyedia bahan baku hingga distribusi produk. Kepercayaan konsumen terhadap hasil barang yang sesuai dengan keinginan menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan usaha ini. Terdapat pula norma yang disepakati bersama sehingga pengembangan usaha ini menjadi lebih terarah karena pelaku usaha berkompetisi dengan adil. Berbagai modal sosial tersebut berdampak terhadap peningkatan produksi dan terjalinnya hubungan kerja sama yang baik antar pengrajin sangkar burung sehingga usaha ini data terus bertahan dan berkembang. Kata Kunci : Modal Sosial, Sangkar Burung, Pengembangan Usaha.
Copyrights © 2025