Penelitian ini membahas dekonstruksi identitas “Kampung Pengemis” di Kampung Kebanyakan melalui transformasi sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dan teori dekonstruksi Jacques Derrida dengan indikator différance dan trace. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas Kampung Kebanyakan yang sebelumnya dikenal sebagai “Kampung Pengemis” tidak bersifat tetap. Melalui konsep différance, makna identitas warga terus bergerak dan berubah seiring pengalaman dan perubahan yang terjadi, seperti keterlibatan dalam kegiatan sosial, tumbuhnya usaha konveksi, serta partisipasi dalam program-program pemerintah. Identitas mereka tidak bisa lagi dikurung dalam satu makna lama, karena selalu muncul pemaknaan baru dari situasi sosial. Sementara itu, Konsep trace menunjukkan bahwa identitas baru yang dibentuk warga tetap membawa jejak identitas lama. Penelitian ini menunjukkan bahwa warga Kampung Kebanyakan sudah tidak bisa lagi dilihat atau dilabeli sebagai “kampung pengemis” seperti masa lalu. Identitas itu sebenarnya tidak pernah benar-benar tetap, dan sekarang sedang berubah secara perlahan seiring dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang mereka jalani.
Copyrights © 2025