Program senam peregangan diterapkan di Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai strategi pencegahan Musculoskeletal Disorder (MSD) pada pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi senam peregangan sebagai strategi pencegahan MSD pada pegawai Dinas Kesehatan Kota Semarang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini melibatkan 18 pegawai dari bagian P2P, Kesmas, dan Sekretariat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi tingkat keluhan MSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami keluhan MSD, terutama pada area pinggang (44,5%), punggung (38,9%), serta leher (33,3%) dan bahu (33,3-33,4%). Keluhan ini dikaitkan dengan pola kerja statis dan duduk dalam waktu lama di depan komputer. Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Semarang menerapkan program senam peregangan rutin setiap hari pada empat waktu yang berbeda, dengan durasi 3-5 menit per sesi. Video senam ini diproduksi sendiri oleh pegawai dan diunggah di kanal YouTube resmi Dinas Kesehatan Kota Semarang, bertujuan untuk merilekskan otot, meningkatkan kebugaran, dan mengurangi keluhan MSD
Copyrights © 2025