ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem produksi sapi potong di Sumba Timur. Wawancara mendalam dilakukan dengan 30 peternak yang mewakili tiga sistem peternakan, yaitu: peternakan Penggemukan – peternak yang memelihara beberapa ekor sapi jantan untuk digemukkan; Peternakan kecil – peternak yang berperan sebagai penggemuk sekaligus pembiak tetapi memiliki jumlah sapi lebih sedikit dibandingkan dengan peternakan besar; Peternakan besar – peternak yang juga merupakan kombinasi penggemuk dan pembiak, namun memiliki lebih dari 15 ekor sapi dalam satu kelompok ternak. Penggembalaan ternak merupakan praktik yang umum, meskipun beberapa peternak menerapkan sistem zero-grazing. 10% dari total populasi sapi dikirim ke Jawa setiap tahunnya. Rantai nilai dalam kabupaten terdiri dari peternak sebagai produsen, jagal, pedagang antar-pulau, pedagang lokal, pemerintah, dan konsumen lokal. Semua sistem peternakan memiliki input dan output yang rendah. Perbedaan antara peternakan kecil dan besar hanya terletak pada skala usaha, sedangkan sistem penggemukan cenderung lebih intensif dibandingkan peternakan kecil dalam penggunaan tenaga kerja dan lahan. Kata kunci: produksi sapi, peternakan penggemukan, peternakan kecil, peternakan besar, rantai nilai
Copyrights © 2025