Transportasi memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat, namun juga memicu berbagai permasalahan, terutama di kawasan urban. Transit Oriented Development (TOD) merupakan pendekatan tata ruang yang mengintegrasikan transportasi dan tata guna lahan untuk meningkatkan efisiensi pergerakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penerapan prinsip TOD pada rute BRT Koridor 7 berdasarkan persepsi pengguna dalam radius 800 meter. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan dasar pemikiran deduktif serta menggunakan metode survei dan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dengan jumlah 6 halte BRT dan pengguna BRT sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis spasial buffer, skoring, dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan analisis spasial hanya 14–28% halte Koridor 7 memenuhi prinsip TOD dan tergolong kategori rendah. Sedangkan berdasarkan hasil persepsi pengguna mencatat skor 3,541 (33,09%) yang mengindikasikan tingkat kesesuaian sedang. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh perbedaan indikator: analisis spasial mengacu pada prinsip 3D (Diversity, Density, Design), sedangkan survei persepsi berdasarkan pada prinsip 8 ITDP (2017). Hasil penelitian menegaskan pentingnya integrasi pendekatan spasial dan persepsi pengguna dalam menilai kesesuaian TOD untuk optimalisasi transportasi massal di Kota Semarang.
Copyrights © 2025