Fenomena urbanisasi yang terjadi di berbagai kota di Indonesia telah mendorong pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang berlangsung sangat cepat. Dampak dari kondisi ini adalah terjadinya pembangunan di wilayah pinggiran kota, yang dikenal sebagai urban sprawl. Fenomena tersebut tidak hanya menyebabkan penggunaan lahan menjadi tidak teratur dan kurang optimal, tetapi juga mengakibatkan berkurangnya ruang terbuka hijau akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif yang bersifat preskriptif dengan cara melibatkan teori compact city sebelum melakukan analisis tingkat kekompakan rencana eksisting kawasan melalui perhitungan terkait atribut – atribut compact city. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kekompakan kawasan Bukit Halimun berada dalam kategori cukup. Namun demikian, masih terdapat dua aspek penting yang perlu ditingkatkan, yaitu kepadatan penduduk yang masih tergolong rendah dan sistem transportasi umum yang tergolong buruk.
Copyrights © 2025