Megasains
Vol 7 No 3 (2016): Megasains Vol. 7 No. 3 Tahun 2016

PERUBAHAN PARAMETER METEOROLOGI PADA SAAT GERHANA MATAHARI TOTAL DI WILAYAH BANGKA BELITUNG DAN PALANGKARAYA

Nurjaman (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2016

Abstract

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi saat matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus. Fenomena gerhana matahari sangat berkaitan dengan penurunan nilai radiasi yang sampai ke permukaan bumi. Radiasi matahari sebagai sumber energi memiliki pengaruh terhadap nilai-nilai parameter meteorologi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahuiefek Gerhana Matahari Total (GMT) terhadap perubahan parameter meteorologi (suhu dan kelembaban).GMT terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Fenomena GMT kali ini hanya terjadi dapat diamati di Indonesia dan Samudera Pasifik dengan fase pengulangan 360 tahun sekali pada tempat yang sama. Lokasi yang dipilih untuk pengamatan yaitu Palangkaraya dan Tanjung Pandan. Kedua lokasi tersebut merupakan 2 dari 11 lokasi di Indonesia yang mengalami GMT. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan suhu di Palangkaraya dengan delay waktu 15 menit setelah puncak GMT ( T = 25.42 ), sedangkan di Tanjung Pandan, penurunan suhu terjadi 05 menit setelah puncak gerhana (T = 25.40 ). Kedua wilayah menunjukan peningkatan kelembaban realtif yang sama dengan nilai maksimum kelembaban sebesar 96 %. Penghitungan standar deviasi nilai suhu udara dilakukan untuk mengetahui signifikasi perubahan parameter. Hasil menunjukkan bahwa baik perubahan suhu maupun kelembaban relatif di kedua lokasi signifikan jika dibandingkan dengan rerata nilai suhu dan kelembaban realtif 3 hari sebelum dan sesudah kejadian GMT pada waktu yang sama.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

megasains

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Buletin MEGASAINS diterbitkan oleh Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototobang sebagai media apresiasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang bersumber dari kegiatan penelitian berbasis ilmu-ilmu meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika (MKKuG), serta ...