The study of ‘Ulum al-Qur’an in Islamic boarding schools remains limited to basic aspects such as tajwid and tilawah, while other branches, such as asbab al-nuzul, nasikh-mansukh, and makkiyah-madaniyah, are underdeveloped. This article aims to describe the position, teaching methods, and factors influencing the development of ‘Ulum al-Qur’an in pesantren. This qualitative study employed case studies at Manbaul Ulum Islamic Boarding School and Ibnu Katsir Qur’an Memorization Institute in Jember, using interviews, observations, and documentation. The findings reveal that pesantren recognize the importance of ‘Ulum al-Qur’an as the source of all knowledge, yet its implementation remains limited to tajwid and tilawah for child students, while at the university level, more varied topics are taught using classical reference books. The development of this discipline shows progress in teaching but stagnation in scholarly discourse. In conclusion, pesantren play a crucial role in introducing basic and applicable rules of ‘Ulum al-Qur’an, particularly tajwid, yet material and methodological enrichment is needed to address contemporary challenges. Studi tentang ‘Ulum al-Qur’an di pesantren masih terbatas pada aspek dasar seperti tajwid dan tilawah, sementara cabang ilmu lain seperti asbab al-nuzul, nasikh-mansukh, dan makkiyah-madaniyah kurang berkembang. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi, pengkajian, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ‘Ulum al-Qur’an di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Jember dan Ma’had Tahfidzul Qur’an Ibnu Katsir Jember melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki kesadaran akan pentingnya ‘Ulum al-Qur’an sebagai sumber segala ilmu, namun implementasinya masih terbatas pada materi tajwid dan tilawah untuk santri anak-anak, sementara di level mahasantri diajarkan topik yang lebih variatif menggunakan kitab rujukan klasik. Perkembangan kajian ini dinilai meningkat dalam pengajaran tetapi stagnan dalam pengembangan wacana keilmuan. Kesimpulannya, pesantren berperan penting dalam mengenalkan kaidah dasar ‘Ulum al-Qur’an yang aplikatif, namun diperlukan pengayaan materi dan metode untuk menjawab tantangan zaman.
Copyrights © 2016