Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modernis terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam dinamika sosial-politik kebangsaan. Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, peran ini semakin krusial terutama di Sulawesi yang memiliki keragaman sosial-budaya dan kompleksitas politik yang tinggi. Karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan bagi pimpinan Muhammadiyah se-Sulawesi menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan politik lokal. Dalam hal ini, intensifikasi ideologi politik dan pengembangan kapasitas kepemimpinan serta mampu menjawab tantangan lokal menjadi kunci penting. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya pimpinan Muhammadiyah di kawasan PulauSulawesi. Program ini melibatkan berbagai kegiatan seperti Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Nasional (PIKNAS). Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini meliputi pengembangan keterampilan kepemimpinan, komunikasi efektif, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penguatan jaringan antar-peserta. Selain itu, program ini juga menghasilkan deklarasi yang menekankan pentingnya partisipasi politik kader Muhammadiyah pada Pilkada 2024 dengan dukungan terhadap integritas, pendidikan politik yang berkeadaban, serta upaya untuk mengelola politik dan kebijakan publik yang bermanfaat bagi umat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memperkuat peran Muhammadiyah dalam politik praktis sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam organisasi dan mendukung pembangunan demokrasi yang lebih berkualitas.
Copyrights © 2025