Pada masa lanjut usia kemungkinan seseorang menghadapi berbagai masalah seperti fisik, mental, spiritual, ekonomi, dan sosial meningkat. Masalah-masalah tersebut dapat memengaruhi konsep diri lansia, yang berdampak pada penilaian diri mereka. Penurunan konsep diri pada lansia dapat berdampak terhadap cara mereka memandang dan menilai diri, baik secara positif maupun negatif. Lansia yang tinggal di panti sosial menghadapi tantangan tambahan berupa stres akibat penyesuaian dengan lingkungan baru, perasaan kehilangan kemandirian, dan kurangnya dukungan dari keluarga. Hal ini dapat memengaruhi konsep diri pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Cepiring, Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 71 lansia yang tinggal di panti pelayanan sosial lanjut usia Cepiring Kendal. Instrumen pengumpulan data menggunakan Tennessee Self Concept Scale (TSCS). Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil menunjukkan lebih dari separuh (50,7%) responden berjenis kelamin perempuan. Usia terbanyak responden yaitu 60-74 tahun (66,2%). Sebagian besar responden berpendidikan SD (40,8%). Hasil yang menunjukkan positif antara lain: 1) identitas diri lansia (66,2%), 2) citra tubuh lansia (63,4%), 3) harga diri lansia (59,2%), 4) peran diri lansia (53,5%), 5) konsep diri lansia (50,7%). Sedangkan yang menunjukkan hasil negatif adalah ideal diri lansia (54,9%). Simpulan, lebih dari separuh lansia memiliki konsep diri positif (50,7%). Diharapkan pihak panti dapat melakukan modifikasi pada kegiatan yang sudah ada serta menambah atau menyesuaikan program bimbingan fisik dan spiritual, sehingga dapat membantu lansia dalam meningkatkan konsep diri mereka.
Copyrights © 2025