Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika konflik psikologis yang dialami santri dalam menentukan pilihan perguruan tinggi di tengah tekanan dari pesantren dan orang tua. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode studi kasus terhadap tiga santri di salah satu pesantren di Jember, Jawa Timur. Hasil wawancara menunjukkan bahwa para santri mengalami keterpaksaan dalam melanjutkan pendidikan ke universitas pilihan pesantren karena faktor kedekatan keluarga dengan lembaga, bantuan finansial, serta dominasi keputusan orang tua. Analisis data dilakukan dengan pendekatan teori konflik Kurt Lewin dan teori kebutuhan Maslow. Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan eksternal menyebabkan frustasi, hilangnya motivasi belajar, serta penghambatan aktualisasi diri santri. Meskipun demikian, pesantren tetap berkontribusi dalam pembentukan karakter dan moral santri. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan humanis dalam kebijakan pendidikan pesantren agar ruang dialog dan kebebasan individu dapat diakomodasi.
Copyrights © 2025