Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat belanja di pasar tradisional akibat perubahan pola konsumsi Generasi Z yang semakin mengarah ke platform digital. Perkembangan teknologi serta kemudahan yang ditawarkan e-commerce menyebabkan pergeseran signifikan dalam preferensi belanja generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perilaku belanja Generasi Z, baik secara online maupun offline, dengan fokus pada pengaruh penawaran e-commerce terhadap minat belanja serta masukan mereka dalam upaya revitalisasi pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara berbasis kuesioner yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form kepada 50 responden dari kalangan Generasi Z yang memiliki pengalaman berbelanja di kedua saluran tersebut. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi pustaka dari berbagai literatur terkait perilaku konsumen dan digitalisasi pasar. Analisis data dilakukan secara tematik dengan triangulasi antara hasil wawancara dan temuan literatur guna meningkatkan validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce berhasil menarik minat belanja Generasi Z karena kemudahan akses, efisiensi waktu, fitur pembayaran non-tunai, variasi produk, promo menarik, serta pengaruh sosial media. Sebaliknya, pasar tradisional dinilai kurang mampu bersaing karena minimnya inovasi, kurangnya integrasi teknologi, kondisi fisik yang kurang nyaman, serta strategi promosi yang belum menyentuh preferensi Gen Z. Meskipun demikian, responden masih menghargai nilai sosial dan budaya pasar tradisional dan memberikan saran seperti digitalisasi transaksi, peningkatan fasilitas, promosi melalui media sosial, serta kolaborasi dengan platform e-commerce. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap upaya pengembangan strategi adaptif bagi pasar tradisional dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan perilaku konsumen masa kini
Copyrights © 2025