Urgensi dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh migrasi masuk terhadap ketimpangan sosial ekonomi di DKI Jakarta selama periode 2020–2024, mengingat meningkatnya fenomena migrasi ke wilayah perkotaan seperti Jakarta akibat persepsi terhadap peluang ekonomi yang lebih baik, namun dampaknya terhadap ketimpangan belum banyak dikaji secara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta, yang dikumpulkan melalui dokumentasi arsip statistik. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana dan berganda, korelasi Pearson, serta Kendall’s Tau menggunakan perangkat lunak Stata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi masuk tidak berpengaruh signifikan terhadap Gini Ratio maupun tingkat pengangguran, dengan p-value masing-masing sebesar 0,496 dan 0,809, serta nilai R-squared yang rendah yaitu 0,1663 dan 0,0227. Korelasi Kendall’s Tau juga mengindikasikan hubungan yang lemah dan tidak signifikan antar variabel. Temuan ini menyimpulkan bahwa ketimpangan sosial ekonomi di Jakarta lebih dipengaruhi oleh faktor struktural seperti distribusi pembangunan dan akses terhadap pekerjaan formal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berbasis wilayah agar migrasi mendukung pemerataan dan keberlanjutan kota, bukan memperburuk ketimpangan.
Copyrights © 2025