Industri furnitur global yang berkembang pesat telah menciptakan peluang besar bagi negara berkembang untuk menembus pasar ekspor, sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait daya saing dan keberlanjutan. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus komparatif terhadap Indonesia dan Vietnam guna mengevaluasi kekuatan, strategi, serta kendala yang dihadapi dalam mengelola perdagangan furnitur skala internasional. Temuan utama mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan pada ketersediaan bahan baku lokal dan kekayaan budaya dalam desain produk, sedangkan Vietnam menonjol dalam aspek efisiensi produksi dan kebijakan ekspor yang agresif. Data terbaru menunjukkan bahwa pangsa ekspor Vietnam (7,5%) jauh melampaui Indonesia (0,92%), yang diperparah oleh hambatan logistik dan kebijakan birokratis di Indonesia. Studi ini menyarankan agar Indonesia mempercepat transformasi sektor furniturnya melalui digitalisasi proses produksi, inovasi desain, penguatan identitas merek nasional, serta perbaikan regulasi ekspor untuk meningkatkan daya saing secara global.
Copyrights © 2025