AbstrakPermasalahan lingkungan hidup sampai saat ini adalah suatu problem yang belum dapat diatasi secara tuntas, yang mana permasalahan muncul semakin berkembang dalam kuantitasnya dan beragam pula macamnya. Kerusakan yang disebabkan karena ulah tangan manusia sebagai aktor utamanya. Padahal sesuai dengan aturannya manusia tidak dianjurkan untuk mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang mana nantinya dikhawatirkan akan terjadi kerusakan serta kepunahan sumber daya alam, sehingga tidak dapat diwariskan untuk generasi mendatang. Untuk itu manusia diwajibkan menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan dan melestarikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai bagaimana tindakan yang dibangun masyarakat Desa Mlandi dalam menanggapi persoalan kerusakan lingkungan. Tindakan yang diusung yakni pembentukan sekolah lapang konservasi sebagai wadah mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh dari studi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi dan analisis teori kekuatan. Hasil penelitian ini menunjukkan pola kegiatan gerakan sadar lingkungan dalam pembelajaran sekolah advokasi alam dengan tindakannya dengan konservasi vegetasi dan sipil teknis. Pendampingan ini telah memberikan dampak berupa berkurangnya kejadian degradasi tanah, tanah longsor dan banjir ketika hujan. Dari segi kemajuan telah memberikan motivasi, dorongan semangat untuk berperan aktif dan mendapatkan pengetahuan baru untuk lebih sadar terhadap lingkungan terlebih bisa berdampak dalam peningkatan ekonomi melalui produksi hasil kopi. Serta memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitar terkhusus di Desa Mlandi.Kata kunci: Kerusakan Lingkungan, Optimalisasi SDM, Sekolah Lapang Konservasi
Copyrights © 2023