Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas, kemampuan berpikir kritis, kemampuan kolaboratif, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat satu arah, kurang bermakna, bersifat individual, serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dampaknya, siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi, kurang mampu mengembangkan pengetahuan, memiliki rasa ingin tahu yang rendah, kesulitan bekerja sama dalam memecahkan masalah, serta kurangnya motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Sebagai solusi, diterapkan model pembelajaran PRIME yang merupakan gabungan dari Problem Based Learning, Group Investigation, dan Realistic Mathematics Education. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis aktivitas siswa, kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan selama tiga pertemuan. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas V semester genap SDN Telawang 4 tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi untuk aktivitas guru dan siswa, berpikir kritis, serta kolaboratif, dan tes tertulis individu untuk hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel, grafik, dan persentase. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator, yaitu aktivitas guru (96%), aktivitas siswa (85%), kemampuan berpikir kritis (86%), kemampuan kolaboratif (80%), dan ketuntasan hasil belajar siswa (95%). Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran PRIME dapat meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan hasil belajar siswa, serta direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif dan efektif di sekolah dasar.
Copyrights © 2025