Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnyapenguasaan teknik dasar ball control pada pemainfutsal usia 17 tahun di Akademi Futsal Kapten Muda, yang berdampak negatif pada performa tim sepertikesulitan dalam penguasaan bola, kurang efektifnyatransisi serangan, dan lemahnya penyelesaian akhir. Masalah ini diidentifikasi bersumber dari metodelatihan yang monoton dan tidak sesuai dengan kondisipermainan sebenarnya. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi latihanball control (statis dan dinamis) terhadap kemampuankontrol bola. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen semu (quasi-experimental) dengan desainpretest-posttest control group design. Subjekpenelitian terdiri dari 20 pemain yang dibagi menjadidua kelompok: kelompok latihan statis (10 pemain) dan kelompok latihan dinamis (10 pemain). Instrumenyang digunakan adalah Tes Kontrol Dasar Futsal oleh Kustiawan (validitas 0,971; reliabilitas 0,943), dengananalisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test (α = 0,05). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kedua metode latihanmemberikan pengaruh yang signifikan terhadappeningkatan kemampuan kontrol bola (p < 0,05). Kelompok latihan dinamis menunjukkan peningkatanyang lebih tinggi (dari 48% menjadi 76%) dibandingkan kelompok latihan statis (dari 42% menjadi 68%). Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa latihan ball control dinamisdirekomendasikan sebagai metode yang lebih efektifuntuk meningkatkan kemampuan kontrol bola pada pemain futsal remaja.
Copyrights © 2025