Fase anak dan remaja merupakan usia emas yang merupakan periode krusial untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Akan tetapi, seringkali ditemui gangguan jiwa pada anak dan remaja di Indonesia, bahkan data menunjukkan terdapat 34,9% remaja mengalami gangguan kesehatan mental, dan hanya 2,6% dari mereka yang menjangkau fasilitas konselor. Namun, integrasi sekolah dengan deteksi dini gangguan jiwa masih belum banyak ditemui di Indonesia. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk menjelaskan peran sekolah sebagai deteksi dini gangguan jiwa anak dan remaja di Indonesia dari sudut pandang peluang dan tantangannya. Metode yang digunakan yaitu literatue review. Tahapan dalam studi ini meliputi identifikasi, eksplorasi, seleksi literatur, ekstraksi dan sintetis data. Hasil studi mengungkap bahwa sistem deteksi gangguan jiwa secara global meliputi Multi-Tiered Systems of Support, Strength Difficulties Questionnaire, fun games berbasis Mental Health Inventory, Psychodynamic Play Therapy, dan Mini-International Neuropsychiatric Interview for Children and Adolescents. Digitalisasi, fleksibilitas, apresiasi positif menjadi peluang untuk mengimplementasikan sistem deteksi dini tersebut, sedangkan keterbatasan akesibilitas teknologi dan belum semua guru mata pelajaran yang memahami ilmu kesehatan jiwa menjadi tantangan yang menyertai. Kata kunci: anak, deteksi dini, gangguan jiwa, remaja, sekolah.
Copyrights © 2025