ARI (Acute Respiratory Tract Infection) is an acute infectious disease that can attack one or more of the respiratory tract. ARI that are commonly felt in children are coughing, shortness of breath, flu, decreased appetite or fever. One alternative treatment to of ARI is simple peppermint inhalation therapy. The results of a preliminary study conducted in the work area of the Tengaran Community Health Center, Semarang Regency, in 2021 there were 187 people with a prevalence aged 1-5 years, 11 people were found, in 2022 there were 173 people with a prevalence of 1-5 years old, 15 people were found, whereas in 2023 There were 126 with a prevalence of 1-5 years old, 14 people were found. This research is quantitative using a quasi- experiment with a one group pretest-posttest design. The population in this study were toddlers experiencing ISPA in December-January 2024 there were 24 ISPA toddlers with research instruments using checklist sheets. Used univariate and bivariate analysis and the Wilcoxon Rank test statistical test. That there was a significant effect between before and after being given simple peppermint steam inhalation therapy in patients with ARI disorders with a p-value of 0.000 or less than 0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. There is an effect between peppermint inhalation and ARI in toddlers in the working area of the Tengaran Public Health Center, Semarang Regency. ABSTRAK ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang salah satu atau lebih dari saluran pernapasan. Tanda dan gejala ISPA adalah batuk, sesak napas, flu, nafsu makan menurun ataupun demam. Salah satu pengobatan alternatif ISPA yaitu terapi inhalasi sederhana peppermint. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang, pada tahun 2021 didapatkan sebanyak 187 orang prevelensi usia 1-5 tahun didapatkan 11 orang, pada tahun 2022 terdapat 173 orang dengan prevalensi usia 1-5 tahun didapatkan 15 orang, sedangkan pada tahun 2023 penderita ISPA sebanyak 126 orang dengan prevalensi usia 1-5 tahun didapatkan 14 orang. Penelitian ini adalah kuantitatif Quasi eksperimen dengan desain one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah balita mengalami ISPA dan yang datang pada bulan Desember-Januari 2024 berjumlah 24 balita. Instrument penelitian menggunakan lembar Cheklist. Analisis data mengunakan analisis univariat dan bivariat dan uji statistik Wilcoxon Rank test. Ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi inhalasi uap sederhana peppermint pada pasien dengan gangguan ISPA dengan p-value 0.000 atau kurang dari 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada pengaruh antara inhalasi peppermint dengan ISPA pada balita diwilayah kerja puskesmas Tengaran, Kabupaten Semarang.
Copyrights © 2025