Penelitian ini mengkaji efektivitas boardgame edukatif “Monopoli Aktivitas Ekonomi” yang mengintegrasikan kearifan lokal Malang seperti keripik tempe Sanan, apel Batu, batik Madangan dengan prinsip Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk meningkatkan motivasi, partisipasi, dan pemahaman konsep ekonomi lokal. Subjek terdiri dari 29 peserta didik kelas 5 SDN Percobaan 1 Malang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, tes kognitif, rubrik psikomotorik, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif statistik (persentase, rata?rata) serta analisis tematik terhadap catatan kualitatif. Keabsahan instrumen dijamin melalui triangulasi instrumen dan expert review oleh guru IPAS. Hasil menunjukkan 85?% peningkatan motivasi belajar, 72?% peserta didik memperoleh skor ??90 pada tes konsep, 90?% kategori “Baik–Sangat Baik” pada psikomotorik, serta peningkatan signifikan interaksi sosial dan kerja sama. Temuan ini menegaskan bahwa penggabungan budaya lokal dan CRT dalam game?based learning memfasilitasi pembelajaran aktif yang kontekstual dan dapat dijadikan model inovasi media pembelajaran di era Kurikulum Merdeka
Copyrights © 2025