Ketimpangan antara fondasi filosofis pendidikan karakter dan implementasinya di Indonesia merefleksikan adanya kekosongan epistemologis yang krusial, yang menuntut pendekatan kajian yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sintesis konseptual berbasis pemikiran empat tokoh besar: Ki Hajar Dewantara, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, dan Buya Hamka. Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), sebanyak sembilan artikel terpilih dari basis data Scopus dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi nilai-nilai inti serta kerangka pendidikan karakter yang diusung masing-masing tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat tokoh memiliki kesamaan pandangan dalam menjadikan religiositas, integritas moral, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi utama pendidikan karakter, namun dengan penekanan yang berbeda. Ki Hajar Dewantara menitikberatkan pada budi pekerti, sistem among, dan keseimbangan cipta-rasa-karsa; KH. Ahmad Dahlan memfokuskan pada kepedulian sosial, keadilan, serta teologi amal; KH. Hasyim Asy’ari mengedepankan nasionalisme, religiusitas, dan moderasi beragama; sedangkan Buya Hamka menekankan nilai sabar, syukur, amanah, serta hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam. Sintesis ini menghasilkan kerangka konseptual yang menggabungkan dimensi spiritual, moral, intelektual, dan sosial, yang relevan untuk mengatasi tantangan globalisasi dan degradasi moral
Copyrights © 2025