Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelembaban dan suhu lingkungan terhadap produksi air pada Atmospheric Water Generator (AWG) berbasis kompresi uap. Sistem AWG ini dirancang untuk mengoptimalkan proses dehumidifikasi dengan memanfaatkan kelembaban udara dan mengubahnya menjadi air. Metode yang digunakan melibatkan pengujian prototipe AWG di berbagai kondisi lingkungan dengan variasi kelembaban dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi air meningkat seiring dengan peningkatan kelembaban dan suhu lingkungan. Pada kelembaban 74,3% dan suhu 27,4°C, produksi air mencapai 116,7 ml/jam. Analisis data dilakukan menggunakan analisis psikrometrik untuk memvalidasi hasil eksperimen. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kondisi kelembaban dan suhu yang tinggi secara signifikan meningkatkan efisiensi dan output produksi air pada AWG berbasis kompresi uap, menunjukkan potensi besar untuk aplikasi di daerah dengan iklim lembap dan panas. Kata kunci— Atmospheric Water Generator (AWG), kelembaban, suhu, produksi air, psikrometrik
Copyrights © 2024