Penelitian ini mengembangkan sistem produksi biogas berbasis Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan proses pengolahan limbah organik dapur menjadi energi terbarukan. Sistem ini mengintegrasikan sensor suhu (DHT22), tekanan udara (BMP180), dan gas metana (MQ4) dengan mikrokontroler Wemos ESP32.Metode yang digunakan meliputi pengujian sensor, pengaduk otomatis, dan pengukuran respon sistem dalam berbagai kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menjalankan proses fermentasi secara lebih efisien dengan memberikan notifikasi otomatis kepada pengguna, meskipun ada beberapa tantangan teknis seperti sensitivitas sensor gas dan kebutuhan akan stabilitas pasokan daya yang memerlukan perbaikan. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa integrasi IoT dalam produksi biogas menawarkan solusi inovatif yang dapat meningkatkan pengolahan limbah organik menjadi energi terbarukan, memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ketahanan energi, meskipun peningkatan lebih lanjut masih diperlukan untuk optimalisasi sistem. Kata kunci: biogas, Internet of Things (IoT), sensor suhu, sensor tekanan
Copyrights © 2024