Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di Kampung Nelayan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kampung ini merupakan komunitas pesisir yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dalam konteks modernisasi dan perkembangan teknologi, masyarakat nelayan menghadapi berbagai tantangan seperti ketidakpastian hasil tangkapan, rendahnya tingkat pendidikan, kerusakan lingkungan laut, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap nelayan aktif, nelayan tidak aktif, serta tokoh lingkungan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial dan ekonomi masyarakat nelayan berjalan lambat namun menunjukkan adaptasi bertahap, terutama melalui kegiatan diversifikasi ekonomi seperti pengolahan hasil tangkapan, usaha mikro, jasa wisata lokal, serta budidaya laut. Keberadaan koperasi dan kelompok usaha bersama mulai terbentuk sebagai bentuk respons kolektif terhadap tantangan ekonomi. Selain itu, masyarakat menunjukkan kohesi sosial yang tinggi meskipun berasal dari latar belakang etnis yang beragam. Rendahnya tingkat pendidikan menjadi hambatan utama dalam mengadopsi inovasi teknologi, namun kekuatan budaya lokal, gotong royong, dan kearifan tradisional menjadi potensi besar dalam upaya pemberdayaan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dalam mendorong transformasi sosial-ekonomi di komunitas nelayan
Copyrights © 2025