TransJakarta memegang peranan vital dalam mobilitas masyarakat, terutama koridor 7F yang menjadi salah satu rute penting karena menghubungkan wilayah timur Jakarta ke pusat kota dengan waktu tempuh yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional TransJakarta koridor 7F, menganalisis kepuasan penumpang, serta mengidentifikasi indikator kinerjja operasional dan pelayanan yang perlu ditingkatkan dengan menggunakan metode QFD. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah PerGub DKI Jakarta, Importance Performance Analysis (IPA), Customer Saticfation Index (CSI), dan Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan hasil evaluasi TransJakarta koridor 7F, penilaian akhir kinerja operasional bus berada dalam kategori sedang dengan bobot penilaian sebesar 13 pada pagi hari dan bobot penilaian sebesar 15 pada sore hari. Berdaasarkan analisis dengan menggunakan metode IPA dan QFD, terdapat 4 indikator yang berada dalam kuadran I. Indikator tersebut menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan. Indikator-indikator tersebut meliputi: jumlah petugas per tipe bus; persentase kegelapan kaca samping kendaraan; fasilitas pelataan kesehatan; dan jumlah kursi prioritas dalam bus.
Copyrights © 2025