Jurnal Daur Lingkungan
Vol 8, No 2 (2025): Agustus

Analisis Pengaruh Penambahan Ampas Tahu Pada Dedak Padi Terhadap Pertumbuhan Maggot Lalat BSF Sebagai Pakan Ikan Lele

Fajria, Khalidya Nur (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2025

Abstract

ABSTRAKPengolahan padi menghasilkan beras sebagai produk utama dan limbah pertanian seperti sekam dan dedak padi. Industri tahu yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utama menghasilkan sejumlah besar limbah padat dan cair seperti ampas tahu. Jika tidak dikelola dengan baik, kedua limbah ini dapat mencemari lingkungan. Pengelolaan yang tepat dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatifnya. Pemanfaatan limbah tersebut sebagai media tumbuh kaya protein bagi maggot lalat BSF. Ampas tahu memiliki kandungan protein tinggi sekitar 20–25 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh berbagai perlakuan media tumbuh terhadap pertumbuhan maggot dan ikan lele Sangkuriang, dengan parameter berupa pengukuran panjang dan berat maggot lalat Black Soldier Fly serta ikan lele. Penelitian ini dilakukan dengan empat perlakuan, yaitu: (I) ampas tahu 20% + dedak padi 80%, (II) ampas tahu 40% + dedak padi 60%, (III) ampas tahu 60% + dedak padi 40%, dan (IV) ampas tahu 80% + dedak padi 20%, masing-masing ditambahkan air 1,5 liter, larutan EM4 20 mL, dan larutan molase 20 mL. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan IV sampel 2. Pada perlakuan ini maggot lalat Black Soldier Fly mencapai pertumbuhan berat mutlak 0,9 gram dan panjang mutlak 8 mm. Pertumbuhan ikan lele Sangkuriang juga paling optimal pada perlakuan IV, dengan rata-rata berat mutlak 106 gram dan panjang mutlak 12,5 cm. Pemanfaatan dedak dan ampas tahu dapat menjadi sumber pakan magot yang menjadi sumber pakan bagi ikan lele sangkuriang. Kata kunci : Ampas Tahu; Dedak Padi; Ikan Lele Sangkuriang; Maggot Lalat BSFABSTRACTThe rice processing process produces rice as the main product but also produces waste in the form of rice husks and rice bran. Similarly, the tofu industry that uses soybeans as the main raw material produces large amounts of waste, including liquid and solid waste such as tofu dregs. If rice bran and tofu pulp are not properly managed, both can pollute the environment. proper management is required to reduce their negative impacts. One applicable solution is using rice bran and tofu dregs as a growing medium for Black Soldier Fly or maggot, feeding optimally on protein-rich media. Tofu pulp has a high protein content of about 20-25%, so it is the right choice as a growth medium. This study aims to observe the effect of various growing media treatments on the growth of maggot and Sangkuriang catfish, with parameters such as measuring the length and weight of BSF fly maggot and catfish. This study was conducted with four different treatments, namely: (I) tofu dregs 20% + rice bran 80%, (II) tofu dregs 40% + rice bran 60%, (III) tofu dregs 60% + rice bran 40%, and (IV) tofu dregs 80% + rice bran 20%, each added 1.5 liters of water, 20 mL EM4 solution, and 20 mL molasses solution. The best results were obtained in the treatment IV of sample 2, where the BSF fly maggot achieved an absolute weight growth of 0,9 grams and an absolute length of 8 mm. The growth of Sangkuriang catfish is also the most optimal in the IV treatment, with an average absolute weight of 106 grams and an absolute length of 12.5 cm. This study conclude that rice bran and tofu dregs can be sources of food for manggot which are suitable for sangkuriang cat fish

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

darling

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering

Description

Jurnal Daur Lingkungan is a scientific journal published regularly twice a year in February and August by Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Batanghari (Department of Environmental Engineering, Univesity of Batanghari). Jurnal Daur Lingkungan is published media for research results of ...