Desa Kajartengguli, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi dan peningkatan produktivitas ekonomi bagi kelompok non-produktif seperti lansia dan ibu rumah tangga. Akses terhadap protein hewani masih terbatas, sementara peluang ekonomi belum optimal dimanfaatkan. Permasalahan ini diperparah oleh keterbatasan lahan, rendahnya pengetahuan budidaya, serta minimnya keterampilan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi program BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan dalam Ember) melalui Kelompok Dasa Wisma Kenongo sebagai solusi terpadu. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teknis, penyediaan sarana pendukung, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan ketersediaan protein hewani, dengan produksi ikan rata-rata 3–5 kg per siklus budidaya, serta 80% peserta berhasil mengembangkan usaha mikro dengan kenaikan pendapatan sebesar 15–20%. Skor pengetahuan peserta juga meningkat sebesar 65% dari pre-test ke post-test. Kesimpulannya, program BUDIKDAMBER efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kelompok non-produktif, serta berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2026