Tingkat literasi keuangan mahasiswa menjadi isu penting dalam dunia pendidikan tinggi, mengingat peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan di masa depan yang dituntut mampu mengelola keuangan secara bijak. Literasi keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh aspek kognitif individual, tetapi juga oleh karakteristik demografis seperti gender, usia, dan pendidikan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap literasi keuangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Aisyiyah Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian disusun berdasarkan skala Likert dan diuji validitas serta reliabilitasnya sebelum digunakan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS versi 23 untuk menguji pengaruh parsial dan simultan dari variabel bebas terhadap literasi keuangan sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel—gender, usia, dan pendidikan orang tua—berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Mayoritas mahasiswa berada pada kategori literasi keuangan yang cukup (lumayan), sehingga diperlukan penguatan kurikulum literasi keuangan yang kontekstual dan adaptif. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa faktor sosiodemografis harus menjadi pertimbangan dalam perancangan intervensi pendidikan keuangan di tingkat perguruan tinggi. Kata kunci: literasi keuangan, gender, usia, pendidikan orang tua.
Copyrights © 2025