Meningkatnya ancaman keamanan siber pada sektor jasa keuangan menuntut perusahaan memiliki sistem perlindungan digital yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran audit internal dan sistem pengendalian internal (SPI) terhadap risiko keamanan siber. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif, melalui penyebaran kuesioner kepada 70 responden di PT Jasa Raharja Cabang Bengkulu dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran audit dan SPI berpengaruh signifikan terhadap risiko keamanan siber, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi antara audit dan pengendalian internal dapat menjadi langkah strategi untuk meminimalkan ancaman siber, khususnya pada lembaga keuangan non-bank di wilayah dengan pembatasan infrastruktur digital.
Copyrights © 2025