Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi muda. Teater sebagai seni pertunjukan tradisional menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan relevansinya di tengah budaya digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing yang diterapkan Teater Keliling Indonesia melalui media sosial serta mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antara pelaku teater dan kreator digital dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap seni teater. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori SOSTAC digunakan untuk menganalisis strategi pemasaran digital, sementara teori Computer-Mediated Communication (CMC) digunakan untuk meninjau pola kolaborasi digital dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teater Keliling Indonesia menerapkan strategi pemasaran digital yang responsif terhadap tren media sosial, dengan konten visual yang disesuaikan untuk menarik perhatian generasi muda. Kolaborasi dengan kreator digital dan optimalisasi media sosial berperan penting dalam membangun komunikasi dua arah, memperluas jangkauan promosi, serta memperkuat citra seni teater di kalangan audiens muda.
Copyrights © 2025