Permasalahan utama dalam budidaya perikanan air tawar adalah ketidakstabilan kualitas air yang sering tidak terdeteksi secara dini, terutama terkait parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan Dissolved Oxygen (DO). Pemantauan secara manual memerlukan waktu, tenaga, dan berisiko terhadap keterlambatan deteksi perubahan kualitas air yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kesehatan ikan. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 Devkit V1 yang mengintegrasikan sensor pH, TDS, dan DO. Data ditampilkan secara lokal melalui LCD 20x4 I2C serta dikirim secara real-time ke platform Blynk dan Google Spreadsheet, guna memudahkan pemantauan jarak jauh dan pencatatan otomatis. Pengujian dilakukan pada akuarium yang dilengkapi teknologi mikrobubble untuk menganalisis efektivitas sistem dalam mendeteksi perubahan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa sensor pH dan TDS memiliki kinerja yang stabil dengan rata-rata pH 7,79 (±0,41) dan TDS 28,27 ppm (±6,97), sedangkan sensor DO menunjukkan nilai rendah (rata-rata 0,038 mg/L) dengan tren peningkatan saat penggunaan mikrobubble. Sistem ini terbukti mampu memberikan solusi pemantauan kualitas air yang efisien, akurat, dan real-time, serta berpotensi mendukung pengelolaan akuakultur berkelanjutan dengan pengembangan lebih lanjut pada sistem aerasi dan sensor DO.
Copyrights © 2025