Penyakit gigi dan mulut menempati urutan tertinggi yang diderita oleh masyarakat Indonesia dikarenakan banyaknya mengkonsumsi makanan cepat saji tinggi gula dan rendah nutrisi yang dapat mempercepat pembentukan plak dan meningkatkan risiko karies gigi oleh bakteri Streptococcus mutans. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) secara tradisional memiliki kemampuan sebagai sumber antibakteri karena mengandung metabolit sekunder flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan obat kumur ekstrak bunga C. ternatea sebagai antibakteri terhadap S. mutans. Bunga C. ternatea diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96 % dengan metode maserasi, uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga C. ternatea dengan cara mikrodilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan uji aktivitas antibakteri obat kumur dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan pengukuran zona hambat, data dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Hasil rendemen ekstrak bunga C. tenatea diperoleh 15.733 %, pada konsentrasi 0,125 mg/mL menunjukan penghambatan yang signifikan > 90 % terhadap S. mutans. Formulasi obat kumur dengan konsentrasi 1 % (F2) menunjukan aktivitas antibakteri sedang berdasarkan diameter zona hambat sebesar 6 mm. Penelitian ini menunjukan bahwa formulasi obat kumur ekstrak bunga C. ternatea memiliki potensi yang baik sebagai produk antibakteri alami terhadap S. mutans.
Copyrights © 2025