Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis
Vol 13, No 1 (2025): Juni

TANTANGAN METODE TAFSIR TAḤLĪLĪ DI ERA MILENIAL

Junaedi, Didi ((ID Scopus : 58962516200), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2025

Abstract

This paper discusses the challenges of using the taḥlīlī interpretation method -as one of the methods of interpreting the Quran, which is very popular and has become the method of the majority of commentators in writing their commentary books- in the millennial era. This research is a library research using descriptive-analytical method. From the results of the study, the author concluded that this method, although it has drawbacks because the scope of the discussion is very broad, partial, not thematic, but this method can also be an alternative choice for millennials in understanding the Qur'an, if packaged properly, using popular scientific language. , by presenting the moral message of each verse in the studied sura. The results of this study indicate that the taḥlīlī interpretation method, if presented with a new paradigm, is adapted to the current context, uses popular scientific language, and is presented concisely, by taking the moral message from each verse, then conclusions are drawn in the form of moral values from the sura , remains relevant to the current context and is able to answer the needs of millennials.Tulisan ini membahas tentang tantangan penggunaan metode tafsir taḥlīlī---sebagai salah satu metode tafsir al-Qur’an, yang sangat populer dan menjadi metode mayoritas ulama tafsir dalam menulis kitab tafsir mereka--- di era milenial. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Dari hasil kajian penulis disimpulkan bahwa metode ini, meskipun memiliki kekurangan karena cakupan bahasannya sangat luas, parsial, tidak tematik, tetapi metode ini juga bisa menjadi alternatif pilihan kaum milenial dalam memahami al-Qur’an, jika dikemas dengan baik, menggunakan bahasa ilmiah populer, dengan menghadirkan pesan moral dari setiap ayat dalam surat yang dikaji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode tafsir taḥlīlī, jika dihadirkan dengan paradigma baru, yaitu menyesuaikan dengan konteks kekinian, menggunakan bahasa ilmiah populer, serta disajikan dengan ringkas, dengan mengambil pesan moral dari setiap ayat, kemudian ditarik kesimpulan berupa nilai-nilai moral dari surah tersebut, tetap relevan dengan konteks kekinian dan mampu menjawab kebutuhan kaum milenial. 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

diya

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Diya al-Afkar adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan studi al-Quran dan al-Hadis. Jurnal ini menyajikan karangan ilmiah berupa kajian ilmu-ilmu al-Quran dan al-Hadis, penafsiran/pemahaman al-Quran dan al-Hadis, hasil penelitian baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang terkait tentang ...