Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang didaratkan di Kota Sorong, Papua Barat Daya ditangkap oleh nelayan skala kecil sampai skala menengah, menggunakan kapal mulai dari 1 GT sampai dengan 27 GT. Perbedaan skala penangkapan tuna dapat mempengaruhi variasi ukuran dan pola pertumbuhan ikan yang tertangkap, sehingga dapat berdampak pada dinamika populasi dan ketersediaan stok. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter dinamika populasi berdasarkan hubungan panjang berat dan faktor kondisi pada ikan tuna sirip kuning yang tertangkap oleh nelayan kecil (1- 4 GT) dan nelayan skala menengah (5-27 GT). Data sampel ukuran ikan didapatkan dari landing kapal tuna di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sorong dan Pelabuhan Perikanan Klademak Sorong selama tiga bulan (Oktober–Desember 2024). Jumlah sampel yang diukur sebanyak 708 ekor pada kapal skala kecil, dan 1.204 ekor pada kapal skala menengah. Analisis data menggunakan regresi power untuk hubungan panjang-berat, dan analisa faktor kondisi kemudian dianalisa secara deskiptif. Hasil analisis panjang-berat menunjukkan bahwa semua pola pertumbuhan kedua jenis penangkapan allometrik negatif (b < 3). Distribusi ukuran ikan yang tertangkap pada kapal 5-27 GT lebih besar yaitu 75,4 – 151,7 cmFL, dibandingkan kapal 1- 4GT (32,2 – 131,2 cmFL). Faktor kondisi tuna pada kapal 5-27 GT lebih tinggi dibanding kapal 1–4 GT, dengan nilai masing masing 1,05 dan 0,98.
Copyrights © 2025