Kinerja komunikasi data dalam sistem otomasi industri sangat dipengaruhi oleh latency, yaitu selang waktu antara pengiriman dan penerimaan informasi. Nilai latency yang rendah menjadi krusial bagi aplikasi real-time seperti kontrol proses berkecepatan tinggi, sistem keselamatan, dan sinkronisasi multi-perangkat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif latency empat jenis antarmuka komunikasi yang umum digunakan di industri, yaitu Ethernet, RS-485, RS-232, dan CAN bus, pada berbagai konfigurasi kecepatan transmisi, panjang kabel, jumlah node, ukuran paket, dan kondisi beban jaringan. Pengujian dilakukan menggunakan metode pengukuran one-way delay dan round-trip time dengan instrumen beresolusi mikrodetik, mencakup skenario idle traffic dan full load. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Ethernet 100 Mbps memiliki latency terendah di seluruh skenario, berkisar 0,25–1,05 ms, diikuti CAN bus 1 Mbps dengan 0,40–0,85 ms. RS-485 menunjukkan kinerja yang kompetitif pada 1 Mbps (0,65–1,25 ms), tetapi mengalami peningkatan latency signifikan pada kecepatan rendah. RS-232 memiliki latency tertinggi, terutama untuk paket besar akibat keterbatasan baud rate. Analisis ini mengungkap bahwa setiap antarmuka memiliki keunggulan dan keterbatasan yang berbeda: Ethernet unggul dalam bandwidth dan fleksibilitas, CAN bus pada determinisme multi-node, RS-485 pada jarak jauh dan ketahanan terhadap gangguan, serta RS-232 pada kesederhanaan implementasi. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan teknis bagi perancang sistem industri dalam memilih antarmuka komunikasi yang optimal sesuai kebutuhan aplikasi, serta dasar untuk optimasi konfigurasi guna meminimalkan latency tanpa mengorbankan keandalan sistem.
Copyrights © 2025