Pendidikan yang bermutu merupakan landasan utama dalam mendorong kemajuan masyarakat. Dalam konteks ini, penerapan Kurikulum Merdeka di Desa Cintakarya dipandang sebagai strategi penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Meskipun demikian, proses implementasi kurikulum ini masih menghadapi berbagai kendala, khususnya rendahnya pemahaman guru terhadap konsep dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi persoalan ini, diselenggarakan sebuah seminar sebagai ruang kolaboratif bagi para guru dalam mengidentifikasi tantangan serta merumuskan solusi yang inovatif. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, dan aksi perbaikan. Hasil dari pelaksanaan seminar menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait Kurikulum Merdeka, serta terciptanya sinergi positif antarguru dari berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, terdapat dorongan baru bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual. Sebagai bentuk tindak lanjut, program ini juga mengadakan kegiatan tambahan seperti lomba desa dan pelatihan edukasi ecoprint, yang turut memperkuat nilai-nilai pendidikan di lingkungan masyarakat. Guna mendukung keberlanjutan dampak positif ini, pelatihan dan pendampingan secara berkala bagi guru sangat diperlukan, sehingga penerapan Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih optimal dan menciptakan ekosistem belajar yang progresif di desa.
Copyrights © 2025