Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan sejauh mana rasio profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas memiliki dampak pada nilai saham di industri tembakau. Populasi penelitian mencakup semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan sampel terdiri dari empat perusahaan tembakau yang terdaftar di BEI. Variabel yang diteliti mencakup ukuran profitabilitas, seperti Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA), Net Profit Margin (NPM), dan Gross Profit Margin (GPM); indikator likuiditas, seperti Current Ratio (CR) dan Quick Ratio (QR); dan indikator solvabilitas, seperti Debt To Equity Ratio (DER) dan Debt To Assets Ratio (DAR). Dengan nilai 0,029, yang berada di bawah ambang batas 0,05, temuan uji-t menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki dampak yang substansial terhadap harga saham, yang mengarah pada penolakan hipotesis nol (Ho) dan penerimaan hipotesis alternatif (Ha). Di sisi lain, tingkat kepentingan profitabilitas terhadap nilai saham adalah 0. 0,05, yang lebih tinggi dari ambang batas 0,05, sementara likuiditas hanya memiliki sedikit pengaruh. 218 Akibatnya, Ha ditolak, sementara Ho diterima. Variabel solvabilitas ditemukan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap harga saham, dengan nilai signifikansi 0,050, yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.
Copyrights © 2025