Manajemen laba merupakan isu penting dalam akuntansi dan keuangan karena memengaruhi kredibilitas laporan keuangan. Laporan keuangan, yang idealnya menjadi sarana komunikasi utama antara manajemen dan pemangku kepentingan, sering dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi yang menyesatkan demi memenuhi kepentingan manajerial tertentu. Kajian ini memfokuskan pada keterkaitan antara ukuran perusahaan, Good Corporate Governance (GCG), earning power, dan leverage pada praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan tahunan, mencakup 35 perusahaan atau total 105 observasi, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan model regresi data panel. Hasil analisis menemukan bahwa ukuran perusahaan dan leverage memiliki hubungan yang signifikan dengan praktik manajemen laba, sedangkan GCG dan earning power tidak menunjukkan hubungan signifikan. Secara simultan, keempat variabel tersebut menunjukkan keterkaitan yang signifikan pada praktik manajemen laba, dengan koefisien determinasi sebesar 51%. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi investor dan regulator dalam menilai kredibilitas laporan keuangan serta efektivitas tata kelola perusahaan.
Copyrights © 2025