Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan daya tarik wisatawan dan mengoptimalkan prosedur pelaksanaan, pengelolaan dan kendala yang dihadapi oleh pengelola wisata olahraga paralayang di Sumber Jati Pohon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitan dilakukan di Desa Sumber Jati Pohon kecamatan Grobogan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data mengunakan reduksi data, penyajuan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa olahraga paralayang mulai diperkenalkan di Desa Sumber Jati Pohon pada tahun 2016 awal oleh oleh para atlet dan komunitas paralayang dari daerah Kabupaten Grobogan maupun dari luar daerah Kabupaten Grobogan untuk berlatih. Sedangkan pada 3 september 2016 BUMDES Sumber Jati Pohon mulai mengelola wisata tandem paralayang. Dya tarik Jati Pohon Indah meliputi 3 komponen yaitu atraksi , aksebilitas , dan fasilitas. Langkah pelaksananan proses wisata tandem olahraga paralayang dibagi menjadi 4 tahap yaitu tahap persiapan , tahap take off , tahap terbang , dan tahap landing. Kendala yang akan dihadapi pengelola antara lain adalah akses jalan menuju take off dan landing yang cukup rusak, belum tersediannya posko keselamatan dan belum memiliki pilot tandem dari daerah sendiri dan minimnya dana untuk pembelian alat paralayang serta kurangnya tempat penginapan disekitar lokasi wisata. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengelola sudah cukup baik dengan terpenuhinya 3 komponen daya tarik wisata , pengelola perlu segera melakukan perbaikan infratruktur meningkatkan kualitas SDM , dan untuk masyarakat ikut serta aktif dalam mempromosikan wisata olahraga paralayang di Sumber Jati Pohon Indah (JPI).
Copyrights © 2025