Pulau Bawean merupakan wilayah kepulauan kecil yang rentan terhadap bencana banjir, khususnya di Kecamatan Sangkapura. Santri yang tinggal di pondok pesantren di wilayah ini menghadapi risiko tinggi akibat rendahnya infrastruktur dan kesiapsiagaan menghadapi banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kesiapsiagaan bencana banjir pada santri menggunakan pendekatan Protection Motivation Theory (PMT). Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 67 santri yang diambil dengan metode total sampling. Variabel yang diteliti mencakup penilaian ancaman (severity dan vulnerability), penilaian koping (response efficacy dan self-efficacy), motivasi, serta perilaku kesiapsiagaan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara severity (p=0.000; rs=0.558), vulnerability (p=0.000; rs=0.569), response efficacy (p=0.000; rs=0.622), dan self-efficacy (p=0.000; rs=0.684) terhadap motivasi. Selain itu, motivasi juga berhubungan signifikan dengan perilaku kesiapsiagaan banjir (p=0.000; rs=0.613). Kesimpulannya, seluruh dimensi dalam PMT memiliki hubungan signifikan terhadap motivasi dan kesiapsiagaan santri. Perlu adanya intervensi pendidikan kebencanaan yang berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren.
Copyrights © 2025